|
Deskripsi: Kiat Sukses Mendalami Ilmu Agama Meski Anda Sibuk Bekerja Ilmu adalah kunci meraih kebaikan. Mencari ilmu merupakan amalan mulia yang dihasung oleh agama kita. Namun, kendala dan rintangan seringkali hadir menjerat langkah-langkah kita untuk mendalami ilmu-ilmu agama. Sehingga, aktivitas mulia tersebut acapkali kita lakukan "sekenanya saja", tak terencana dan sulit mencapai titik sempurna. Salah satu kendala yang sering dikeluhkan oleh para penuntut ilmu adalah kesibukan kerja dan sulitnya memenej waktu untuk menyelaraskan antara kerja dan belajar agama. Di satu sisi bekerja merupakan tuntutan kehidupan yang tak terelakkan, sedangkan belajar ilmu adalah tuntutan lain dari sisi kehidupan rohani dan agama kita yang juga tak boleh dilupakan. Buku ini hadir memberikan solusi, rahasia dan motivasi untuk menyerap lautan ilmu syar'i, walaupun kita berada dalam belitan kesibukan kerja. Meski sibuk bekerja, tetap semangat belajar ilmu agama! Selamat membaca! |
Kamis, 04 Juli 2013
Belajar Islam
Kiat Islam
|
Deskripsi: Islam berusaha mengatasi kemiskinan dan berusaha keras untuk mencari jalan keluarnya serta mengawasi kemungkinan dampak yang timbul karenanya, guna menyelamatkan aqidah, akhlak, amal perbuatan, memelihara kehidupan rumah tangga, dan melindungi kestabilan dan ketentraman masyarakat, disamping itu juga untuk mewujudkan juwa persaudaraan antar sesama kaum Muslimin. Miskin dan kaya keduanya sama-sama merupakan cobaan dan ujian bagi seorang hamba. Orang yang miskin diuji dengan kefakirannya, apakah ia dapat bersabar ataukah tidak. Sementara orang kaya diuji dengan kekayaannnya, apakah ia dapat bersyukur, ataukah kufur terhadap nikmat Allah Ta'ala. Manusia yang paling beruntung adalah yang bertakwa kepada Allah Ta'ala dengan mentauhidkan-Nya dan menjauhkan syirik, serta benar dalam melaksanakan ibadah kepada-Nya. Orang kaya hendaklah beribadah dengan cara bersyukur. Artinya, ia melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya, menggunakan harta dan kekayaannnya dalam rangka melaksanakan ketaatan kepada Allah dan RasulNya, menuntut ilmu, melaksanakan shalat, mengeluarkan zakat, sedekah, membantu sanak kerabat yang miskin dan papa, menolong fakir miskin dan orang yang susah, memberikan makan kepada orang-orang yang lapar dan membutuhkan, meminjamkan harta kepada orang-orang yang kesulitan, melaksanakan ibadah haji, umrah, dan ibadah-ibadah lainnya. Adapun orang miskin hendaklah beribadah dengan cara bersabar atas apa yang menimpanya. Artinya, ia bersabar atas kefakiran dan kemiskinan yang telah ditakdirkan oleh Allah Ta'ala, tetapi ia tetap berusaha mencari nafkah dengan sungguh-sungguh dan senantiasa mensyukuri nikmat Allah yang dikaruniakan kepadanya, merasa puas dan cukup dengan apa yang Allah karuniakan. Jadi orang yang mulia di sisi Allah Ta'ala adalah orang yang bertakwa, apakah ia orang kaya ataukah ia orang miskin. |
Bila dunia
Deskripsi: Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman (yang artinya): "Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal." (QS. Al-Mu'min: 39). Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (artinya):"Apalah artinya dunia ini bagiku! Di dunia ini aku laksana seorang yang melakukan perjalanan dan berteduh di bawah sebatang pohon lalu pergi dan meninggalkannya." (HR. Thirmidzi: 2337, Ibnu Majah: 4109, Ahmad:(1/391 dan 441), Hakim: (IV/310), dari sahabat Ibnu Mas'ud). Pernahkah anda bertanya pada diri dan hati anda, untuk apakah sebenarnya anda diciptakan ke dunia ini? Pernahkan anda menanyakan kepada hati anda yang paling dalam, untuk apakah sebenarnya harta dan kekayaan yang selama ini anda kejar siang dan malam? Apakah supaya anda dapat bersenang-senang dengannya atau supaya dikatakan bahwa andalah orang yang paling kaya dan bahagia di dunia ini? Percaya dan berbuat jujurlah kepada diri anda, bahwasanya hati yang selalu di sibukkan oleh dunia dan jauh dari dzikir kepada Allah Ta'ala adalah merupakan hati yang sakit yang di penuhi oleh racun. Orang yang memiliki harta banyak sekilas dari dirinya nampak kebahagiaan dan keceriaan, namun pernahkah anda memperhatikan apa sebenarnya yang terjadi dibalik semua itu? Tanyakan dan jujurlah pada hati anda, apakah dunia yang selama ini anda kejar dan menghabiskan waktu di dalamnya telah memberikan kebahagiaan dan ketenangan yang sebenarnya kepada diri anda? Atau apakah ia hanya sebuah racun yang mengotori kesucian hati anda?. Semoga untaian-untaian risalah hati dalam setiap lembaran ini dapaK menyadarkan hati yang telah di la |
Selasa, 02 Juli 2013
Kamis, 20 Juni 2013
Fiqh Birrul Walidain
Fikih Birrul Walidain
|
Kode: ALQ-124 Harga: Rp39.000,00 Pengarang: Syaikh Abu Abdillah Mustahafa al-'Adawi Penerbit: PUSTAKA AL-QOWAM Berat: 0,4 kg |
Deskripsi:
Orang tua adalah permata mulia yang dapat mengantarkan seseorang menuju surga, jika ia berbakti kepada keduanya. Namun orangtua juga bisa menjadi 'pintu neraka' bagi seorang anak yang berbuat durhaka kepada keduanya. Orang yang berakal tentu akan memilih 'menjemput' surga dengan bakti orangtua.
Secara umum, setiap amalan ada fikihnya. Shalat ada fikihnya, zakat ada fikihnya, haji dan umrah serta puasa ada fikihnya. Demikian halnya berbakti kepada orangtua (birrul walidain) juga ada fikihnya, yang seyogianya dipahami sehingga seorang muslim bisa memiliki pengetahuan yang benar tentang bagaimana seharusnya ia bersikap kepada kedua orangtuanya.
Bolehkah ibu atau ayah yang kurang ilmunya dicekal hartanya? Bagaimana hukum mempuasakan orangtua yang sudah meninggal dan mengirimkan pahala bacaan Al-Qur'an kepadanya? Orangtua yang memaksa anaknya menikah, pakaian anak perempuan di depan ayahnya, dan ayah mencium anak perempuannya, dan lain sebagianya.
Walhasil, buku ini menjadi sangat penting karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah menegaskan bahwa bakti kepada orangtua adalah amalan shalih yang mengantarkan surga, "orangtua adalah pintu surga yang paling tengah. Terserah maumu, apakah engkau menyia-nyiakan pintu itu atau memeliharanya. "(Al-Hadits)
Langganan:
Postingan (Atom)